Page Nav

HIDE

Gradient Skin

Gradient_Skin

Pages

Responsive Ad

[Fakta atau Hoaks] Benarkah pernyataan NCID bahwa Prabowo memenangkan exit poll Pilpres 2019?

Sebuah cuitan dari akun twitter @MSApunya dengan 22 ribu followers pada Rabu 17 April 2019, pukul 15.31 wib menegaskan bahwa sebuah lembaga ...


Sebuah cuitan dari akun twitter @MSApunya dengan 22 ribu followers pada Rabu 17 April 2019, pukul 15.31 wib menegaskan bahwa sebuah lembaga survei bernama NCID atau Nurjaman Center for Indonesian Democracy merilis hasil exit poll yang memenangkan pasangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. 

Bunyi cuitan lengkap akun ini adalah sebagai berikut:

Jangan terkecoh dgn surva survei yg lain,
NCID adalah lembaga dg hasil survei terakurat di Pilkada DKI Jakarta 2017 

Rapatkan Barisan
Pantau Kecurangan#JagaTPSKawalHasilSuara pic.twitter.com/3FUCNq4Xqn

— MSA (@MSApunya) April 17, 2019

Cuit itu dilengkap dengan screenshot yang menunjukkan bahwa berdasarkan hasil survei NCID, Jokowi mendapatkan 44,26 persen suara dan Prabowo mendapatkan 51,12 persen suara. Selain itu, untuk pemilu legislatif, NCID merilis hasil exit poll yang memenangkan  Gerindra dengan 33,82 persen suara, disusul PDIP dengan 31,76 persen suara. 

KLARIFIKASI
Hasil penelusuran di mesin pencari Google menunjukkan bahwa rekam jejak NCID tidak meyakinkan sebagai sebuah lembaga survei. 

Di beberapa pilkada misalnya, hasil survei NCID terbukti tidak akurat. Misalnya di Jawa Tengah. lembaga ini mengklaim kemenangan ada di tangan Sudirman Said. 

Selain itu, dalam pemilihan 2014, hasil survei NCID juga tidak akurat. Terlihat dalam berita di media online ini.

Di Pilkada DKI Jakarta, hasil survei yang dilakukan NCID memperlihatkan angka elektabilitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat sebesar 39,4 persen, jauh di bawah pasangan Anies Rasyid Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno yang unggul sebesar 58,03 persen. 

Hasil pilkada riil kemudian menunjukkan bahwa perolehan suara terbanyak pada putaran kedua Pilkada DKI diraih pasangan calon nomor pemilihan tiga, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, dengan 57,96 persen suara. Adapun pasangan nomor pemilihan dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat memeroleh 42,04 persen suara.

Namun, hasil riil Pilkada DKI ini sebenarnya tidak jauh berbeda dengan prediksi lima lembaga survei lain yang memang menyatakan hasil Pilkada DKI putaran kedua akan sangat tipis.

Dengan demikian, klaim bahwa NCID adalah lembaga survei paling akurat di Pilkada DKI Jakarta adalah tidak tepat. 

Selain itu, penelusuran atas akun media sosial NCID  menunjukkan konten yang tidak netral dan tidak wajar sebagai sebuah lembaga survei yang seharusnya independen.

Tak hanya itu, hasil survei lembaga survei NCID yang dirilis setelah debat keempat Pemilihan Presiden 2019 selalu menunjukkan kemenangan Prabowo - Sandiaga di atas Jokowi - Ma'ruf. Hasil survei ini tidak konsisten dengan hasil survei lembaga polling lain.

Kuliah Beasiswa...?? Klik Disini

Gambar : Tempo.co
Sumber : Tempo.co

Reponsive Ads