Kumpulan Kata-kata Mutiara RA Kartini, Cocok Dibagikan via WhatsApp (WA) dan Facebook

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Kumpulan Kata-kata Mutiara RA Kartini, Cocok Dibagikan via WhatsApp (WA) dan Facebook

Minggu, 21 April 2019


Kumpulan kata-kata mutiara RA Kartini di bawah ini cocok untuk dibagikan via whatsapp (WA) untuk merayakan Hari Kartini yang jatuh pada Minggu 21 April 2019.

Selain itu kata-kata mutiara RA Kartini ini juga cocok untuk dibagikan sebagai status Facebook.

Seperti yang diketahui, RA Kartini merupakan tokoh perempuan Indonesia yang terkenal karena perannya dalam memperjuangkan kesetaraan wanita.

Kehidupan RA Kartini saat itu tidak terlalu indah. Ia harus dipingit pada usia 12 tahun, lalu menikah dengan seorang pria yang sudah memiliki beberapa istri dan anak.

Diketahui sebelum dipingit Kartini sempat bersekolah.

Kemudian setelah menjalani tradisi pingit, Kartini juga tetap semangat untuk belajar secara mandiri.

Ia mengirim surat berisi pemikiran-pemikirannya, ke beberapa sahabatnya yang berada di Belanda.

Kartini meninggal dunia di usia 25 tahun, empat hari setelah melahirkan putranya.

Sahabat Kartini yang ada di Belanda kemudian mengumpulkan tulisan-tulisannya, lalu menerbitkannya dalam buku berjudul "Door Duisternis tot Licht" atau Habis Gelap Terbitlah Terang.

Dalam buku tersebut terdapat sejumlah kutipan inspiratif, yang dapat menjadi inspirasi bagi kaum wanita saat ini, untuk terus meraih mimpi dan cita-citanya.

Berikut kutipan kata mutiara RA Kartini dilansir SURYAMALANG dari berbagai sumber

1. Penyebab Kita Jatuh

"Banyak hal yang bisa menjatuhkanmu. Tapi satu – satunya hal yang benar – benar dapat menjatuhkanmu adalah sikapmu sendiri."

2. Jangan Mengeluh

"Jangan mengeluhkan hal-hal buruk yang datang dalam hidupmu. Tuhan tak pernah memberikannya, kamulah yang membiarkannya datang."

3. Teruslah Bermimpi

"Teruslah bermimpi, teruslah bermimpi, bermimpilah selama engkau dapat bermimpi! Bila tiada bermimpi, apakah jadinya hidup! Kehidupan yang sebenarnya kejam.

4. Semboyan Kartini

"Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata Aku tiada dapat! melenyapkan rasa berani. Kalimat 'Aku mau!' membuat kita mudah mendaki puncak gunung."

5. Gadis dengan Pemandangan Luas

"Gadis yang pikirannya sudah dicerdaskan, pemandangannya sudah diperluas, tidak akan sanggup lagi hidup di dalam dunia nenek moyangnya."

6. Jangan Takut Kesulitan

"Terkadang, kesulitan harus kamu rasakan terlebih dulu sebelum kebahagiaan yang sempurna datang kepadamu."

7. Jangan Menyerah

"Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang."

8. Harus Mandiri

"Adakah yang lebih hina, daripada bergantung kepada orang lain?"

9. Kehidupan Berubah

"Tiada awan di langit yang tetap selamanya. Tiada mungkin akan terus-menerus terang cuaca. Sehabis malam gelap gulita lahir pagi membawa keindahan. Kehidupan manusia serupa alam."

10. Angan-angan Yang Sempurna

"Karena ada bunga mati, maka banyaklah buah yang tumbuh. Demikianlah pula dalam hidup manusia. Karena ada angan-angan muda mati, kadang-kadang timbulah angan – angan lain, yang lebih sempurna, yang boleh menjadikannya buah."

Fakta-Fakta RA Kartini

Tiap tahun tepatnya tanggal 21 April selalu diperingati sebagai hari Kartini.

Tapi tak banyak orang yang tahu tentang bagaimana sosok Kartini di masa lalu.

Paling-paling kamu hanya tahu bahwa ia adalah seorang yang memperjuangkan emansipasi wanita saat zaman penjajahan.

Melansir Tribun Jabar yang mengutip Bobo.Grid.ID, berikut 10 fakta tentang RA Kartini:

1.Memasak merupakan salah satu kegemaran Kartini

Kartini memasak untuk diplomasi dan menunjukan peradaban Jawa di mata Belanda.

2.Resep makanan paling terkenal dari Kartini adalah Sup Pangsit Jepara dan Ayam Besengek

Resep ini ditulis dalam aksara Jawa dengan takaran yang masih menggunakan alat ukuran abad 20.

Resep ini ditulis kembali oleh Suryatini N.Ganie selaku cicit dari Kartini.

Kalau kamu penasaran dengan resep makanan Kartini, kamu bisa cari buku 'Kisah & Kumpulan Resep PUTRI JEPARA Rahasia Kuliner R.A Kartini R.A Kardinah dan R.A Roekmini.

3. Kartini adalah anak seorang selir

RA Kartini lahir dari seorang Bupati Jepara, RM Adipati Ario Sosroningrat dan seorang selir bernama Ngasirah.

Sejak Kartini lahir, ia sudah bisa merasakan perbedaan hidup di antara istri sah dan juga selir.

Sayangnya walau ia sudah mengerti akan hal itu, Kartini tetap menikah dengan seorang suami yang memiliki dua istri.

4. Kartini seorang anak tiri dari 11 saudara termasuk saudara kandung dan tiri.

5. Kartini merupakan anak paling tua di antara saudara kandungnya

6. Kartini hanya diperbolehkan sekolah sampai jenjang ELS (Europese Lagere School).

7. Melahirkan pada 13 September 1904 dan Meninggal 4 hari kemudian pada tanggal 17 September 1904.

8. Menjadi empat nama jalan raya di Belanda, yaitu di Amsterdam, Utretch, Veerlo dan Harleem.

9. Menjadi juru dakwah dengan mengenalkan agama Islam (sebagai agama cinta damai).

Kartini selalu berusaha memberikan wajah yang baik tentang Islam kepada dunia.

Dia membawa cerita-cerita tentang ajaran Islam dalam korespondensinya.

Kartini pernah mengirim surat dan foto Paus dengan bingkai ukiran Jepara kepada Mr. Abendanon.

10. Perkenalkan Ukiran Jepara ke Eropa

Selain membangun sekolah untuk perempuan sebagai bentuk perjuangannya akan emansipasi wanita, Kartini juga memperkenalkan ukiran Jepara sampai ke Eropa.

Karena tindakannya ini, maka Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1929 mendirikan Openbare Ambachtsschool atau Sekolah Ukir Jepara sebagai penghargaan kepada Kartini.

11. Ide-ide Cemerlang Dalam Surat-surat Kartini

Di usianya ke 20 tahun, Kartini sudah berani menulis surat kepada pemerintahan Hindia Belanda.

Surat pertamanya pada saat itu berisi pengajuan beasiswa untuk bisa bersekolah di Belanda.

Surat pengajuan tersebut akhirnya disetujui, setelah itu Kartini juga mengajukan surat agar mendapatkan beasiswa bersekolah di Batavia, tetapi karena dia telah menikah, beasiswa tersebut diberikannya kepada pemuda bernama Salim dari Riau.

Selain surat pengajuan beasiswa, Kartini juga menulis surat protes kepada pemerintahan Hindia Belanda.

Pada saat itu, dimana belum ada Sumpah Pemuda, Kartini mengusulkan agar Bahasa Melayu dan Bahasa Belanda menjadi bahasa media cetak dan dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan.

12. Pada 2 Mei 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan Kepres RI No. 198 Tahun 1964 yang menetapkan bahwa Raden Ajeng Kartini adalah Pahlawan Kemerdekaan Nasional.

Kuliah Beasiswa...?? Klik Disini

Gambar : Suryamalang.com
Sumber : Suryamalang.com