Menyoal Angka 25'7 Juta Suara Warga Muhammadiyah

Iklan Semua Halaman

Header Menu

Menyoal Angka 25'7 Juta Suara Warga Muhammadiyah

Kamis, 07 Maret 2019
Muhammad Izzul Muslimin
Koordinator Presidium Aliansi Pencerah Indonesia


Koordinator Presidium Aliansi Pencerah Indonesia ( API )
Muhammad Izzul Musliminn Meyampaikan bahwa Ketika Aliansi Pencerah Indonesia (API) menyatakan akan menyumbangkan 25,7 juta suara warga Muhammadiyah untuk Prabowo-Sandi, ada beberapa pihak yang mengomentari pernyataan tersebut.Ungkspnya dslam Pres rillis yang diterima redaksi suara.id

 Salah satu komentar yang menurutnya  cukup argumentatif datang dari Fahd Pahdepie (FP), anak muda Muhammadiyah yang secara terbuka menyatakan dukungannya untuk Jokowi.

 "Secara pribadi saya mengagumi FP sebagai anak muda Muhammadiyah yang cukup sukses dan berprestasi bagus. Namun tidak ada salahnya jika saya mengkritisi argumentasinya."Ungkspnya

Dalam salah satu argumentasinya, FP mempersoalkan angka 25,7 juta klaim API. Bahkan FP menyoal jumlah warga Muhammadiyah. Menurut FP, warga Muhammadiyah jumlahnya di bawah 25 juta. Bahkan menurut FP jumlah orang Muhammadiyah hanya sekitar 12 juta. Itu berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh LSI Denny JA. Lanjutnya

 Sebagai orang yang mengaku pernah bekerjasama dan berguru dengan Denny JA, sah-sah saja jika FP menggunakan survey LSI untuk menghitung jumlah orang Muhammadiyah. Tapi yang jelas hingga saat ini belum pernah ada sebuah sensus yang serius untuk mengetahui jumlah sebenarnya orang Muhammadiyah. ungkap Mantan ketua umum pemuda Muhammadiyah ini

Kalau kita mau jujur, jika ukuran Muhammadiyah seseorang itu didasarkan kesediaannya mengurus kartu anggota, maka sesungguhnya jumlah orang Muhammadiyah itu sedikit sekali. Bahkan hingga hari ini tidak sampai 1,5 juta orang yang punya nomor baku Muhammadiyah. Itupun sebagian sudah wafat. Tapi tentu bukan itu yang kita maksudkan dengan warga Muhammadiyah.Terangnya

menurut izzul Warga Muhammadiyah bisa kita nisbahkan kepada mereka yang pernah bersentuhan dengan berbagai kegiatan Muhammadiyah seperti misalnya mereka yang pernah mengenyam pendidikan di lembaga pendidikan Muhammadiyah, karena mereka ternyata juga punya kebanggaan pernah menjadi anak didik Muhammadiyah. Memang kalau mereka ditanya pasti tidak semua akan mengaku Muhammadiyah.

izzul Kuga menjelaskan bagi mereka, menjadi Muhammadiyah itu sakral, ada tuntutan tertentu untuk berani mengaku Muhammadiyah. Tapi insya Allah mereka menjadi bagian dari warga Muhammadiyah. Di samping itu, banyak juga aktivis Muhammadiyah yang posisinya menjadi minoritas kreatif di lingkungannya sehingga memiliki banyak pengikut dan anak buah yang tidak selalu mengaku Muhammadiyah, tetapi mereka biasanya mengikuti apa yang menjadi opini dan sikap tokoh Muhammadiyah tersebut. Tegas izzul